AC Berlebihan dapat Menyebabkan Bell’s Palsy

Di Indonesia yang memiliki iklim tropis ini memang sering terasa panas dan membuat tubuh berpeluh. Ini menyebabkan penggunaan AC di mana-mana, mulai dari kamar tidur, kendaraan, kantor, hingga tempat umum seperti mall, bioskop, dan lainnya. Namun tanpa disadari, temperatur dingin ekstrem yang berasal dari AC dapat memicu gangguan kesehatan pada tubuh. Salah satu di antaranya adalah dapat menjadi pemicu terkena bell’s palsy, atau kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah. Apalagi apabila Anda yang sedang berada di luar ruangan dengan suhu yang panas tiba-tiba langsung beralih ke ruangan ber-AC, tentu akan menaikkan risikonya.

Penyebab pasti bell’s palsy hingga saat ini belum pasti diketahui, tapi kelumpuhan ini lebih umum dan sering terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV. Menurut Maria Kristina dari Canadian Specialist Hospital, kondisi ini biasa muncul dari transisi temperatur hangat di luar ruangan ke ruang dingin ber-AC. Temperatur dingin ekstrem di kantor, mall, rumah, dapat memicu kerusakan saraf wajah dalam beberapa kasus dan harus dihindari. Kondisi ini juga dapat terjadi apabila seseorang berpindah dari ruang panas seperti setelah hot shower, ke ruang dingin lain.

Perubahan temperatur tiba-tiba ini diyakini menjadi penyebab aktifnya virus yang menimbulkan penyakit. Proses kesembuhan dari ‘bell’s palsy’ butuh waktu beberapa hari bahkan bisa berbulan-bulan hingga tahunan. Lebih buruknya, ada sekitar 10-30 persen pasien penderita bell’s palsy yang tidak bisa disembuhkan sama sekali.

Metode Penyembuhan Bell’s Palsy

Salah satu cara untuk menyembuhkan bell’s palsy adalah dengan melakukan terapi. Metode yang digunakan termasuk stimulasi elektrik untuk mengembalikan kekuatan otot, radiasi infra merah untuk meningkatkan peredaran darah, pijat wajah untuk mencegah keluarnya air liur, dan latihan wajah untuk mengembalikan pergerakan otot. Setelah beberapa sesi terapi yang dilakukan ini, diharapkan wajah pasien akan kembali simetris dan ia dapat menggerakkan otot wajah seperti semula.

Bell’s palsy yang dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan masalah lain. Seperti pada pasien yang tidak dapat menutup mata dengan sempurna, dapat mengakibatkan pasien tidak bisa menghindari paparan cahaya atau debu. Paparan polutan secara konstan dapat mengakibatkan kekeringan dan kerusakan mata.

Bell’s palsy dapat menyerang baik pria maupun wanita. Beberapa gejala bell’s palsy antara lain adalah rasa tidak nyaman di sekitar rahang dan belakang telinga, sakit kepala, indera pengecap yang melemah, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah, otot wajah pada kelopak dan mulut melorot, serta kepala terasa pusing.

Comments

comments

By | 2018-12-30T14:50:37+00:00 July 15th, 2018|Gejala Penyakit|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online