Beberapa Cara Membuat Jantung Tetap Sehat

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi, namun ada baiknya jika hal ini tidak dibiarkan begitu saja. Ada banyak cara membuat jantung tetap sehat, termasuk banyak melakukan aktivitas fisik dan berhenti merokok. Menjaga berat badan sehat, mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol adalah kunci lainnya dalam membuat tubuh Anda tetap sehat.

Menghindari stres dan melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Peneliti terus melakukan penelitian dalam menemukan berbagai cara yang dapat membantu orang-orang dalam memangkas risiko penyebab penyakit jantung dan menjaga jantung agar tetap sehat. Berdasarkan penelitian-penelitian terbaru dan merangkum berbagai sumber, berikut beberapa cara membuat jantung tetap sehat.

1. Biasakan sarapan
Penelitian dari Spanyol baru-baru ini menunjukkan bahwa mengonsumsi sarapan sehat merupakan salah satu cara sederhana untuk menghindari penyumbatan pembuluh darah. Orang berusia paruh baya yang terbiasa melewatkan sarapan, atau sekadar meminum kopi atau jus, disebut memiliki risiko terkena aterosklerosis dua kali lebih besar dibanding mereka yang terbiasa menyantap sarapan sehat. Aterosklerosis sendiri merupakan penebalan dan penyempitan arteri, disebabkan oleh plak yang menempel pada dinding arteri, dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung)

Memulai hari tanpa sarapan diklaim dapat membuat Anda membentuk pola makan yang kurang sehat, seperti minum alkohol terlalu banyak dan merokok, di mana hal ini tentunya dapat membuat Anda memiliki risiko lebih besar akan terkena penyakit jantung. Di samping itu, melewatkan sarapan dapat membuat Anda obesitas dan memiliki pola makan yang buruk.

2. Batasi mengonsumsi alkohol
Peminum berat memiliki risiko besar akan terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung, termasuk serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan penyakit arteri perifer. Dalam sebagian penelitian memang disebutkan bahwa mereka yang sesekali mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding mereka yang tidak pernah mengonsumsi alkohol sama sekali. Namun demikian, Anda yang tidak pernah mengonsumsi alkohol tidak disarankan untuk meminum alkohol demi mencegah penyakit jantung. Masih ada cara lebih aman dalam mengurangi risiko penyakit jantung, seperti berolahraga dan menghentikan kebiasaan merokok.

3. Atasi stres
Ketika mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin yang membuat tubuh terjaga (fight). Ketika adrenalin memasuki aliran darah, hormon ini akan merangsang jantung berdetak lebih kencang dan bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya rasa waspada, aliran darah ke otot, metabolisme gula, serta dapat membuat perubahan lain dalam rangka mempersiapkan tubuh untuk menghadapi keadaan darurat. Apabila tubuh terus-menerus melepaskan hormon adrenalin, maka akan memberi beban lebih bagi jantung dan pembuluh darah yang dapat memicu bekerja lebih berat dari biasanya. Bagi seseorang yang menderita hipertensi, organ jantung akan semakin terpacu setiap kali stres karena menghadapi masalah. Itulah mengapa menghindari dan mengatasi stres sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung dan menghindari penyakit kardiovaskuler.

4. Meditasi
Menurut American Heart Association, metidasi tidak hanya baik untuk relaksasi tubuh dan pikiran, namun juga baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Hal yang dilakukan ketika melakukan meditasi disebut sebagai penyebabnya. Baik ketika Anda mendengarkan suara napas Anda, maupun fokus terhadap mantra dan kalimat-kalimat yang diucapkan, meditasi dapat mengurangi stres, rasa gelisah (anxiety), dan depresi. Stres, rasa gelisah, dan depresi tentu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang.

5. Berjalan kaki untuk prediksi awal penyakit jantung
Seberapa cepat seseorang berjalan kaki dapat menjadi petunjuk awal seberapa besar risikonya terkena penyakit jantung. Mereka yang berusia paruh baya yang mengatakan dirinya berjalan dengan lambat disebut memiliki risiko dua kali lebih besar akan meninggal karena penyakit jantung dibanding mereka yang terbiasa berjalan dengan cepat. Mampu berjalan dengan cepat dikatakan merupakan salah satu faktor kuat yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki tubuh yang lebih fit dan sehat.

6. Hindari rokok dan vapor
Indonesia merupakan negara dengan angka perokok tertinggi kelima di dunia. Rokok mengandung zat-zat yang dapat mempersempit pembuluh darah. Hal ini memicu perokok memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskuler lebih tinggi dari mereka yang tidak merokok. Perokok juga pada umumnya tidak menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan terkait kadar kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah.

Tidak hanya rokok konvensional, rokok elektrik atau vapor ternyata juga tidak aman untuk jantung. Penelitian menemukan bahwa mereka yang menggunakan vapor setidaknya selama satu tahun dapat meningkatkan hormon adrenalin dalam jantung. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hormon adrenalin yang tinggi dapat merangsang jantung berdetak lebih kencang dan bekerja lebih keras yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Vapor memang tidak mengandung tembakau, namun memiliki campuran nikotin dan perasa yang dipanaskan dan masuk ke dalam mulut serta paru-paru.

7. Tidur yang cukup
Kurang tidur disebut dapat menyebabkan penyakit jantung, terutama bagi mereka yang sudah terkena risiko terlebih dahulu. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam perhari dikatakan memiliki risiko meninggal karena penyakit jantung atau stroke dua kali lebih besar dibanding dengan mereka yang tidur cukup.

Comments

comments

By | 2018-12-30T17:55:16+00:00 October 30th, 2017|Fakta Kesehatan, Keluarga Sehat, Tips Sehat|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online