Dampak Kecanduan Gadget pada Anak

Jaman sekarang, cara paling mudah yang dilakukan orang tua untuk menenangkan anak rewel adalah dengan memberikan mereka gadget. Padahal sebenarnya kebiasaan ini sangat tidak disarankan.

Menurut data yang dilansir dari New York Times, 70 persen orang tua mengaku mengizinkan anak mereka (usia 6 bulan – 4 tahun) untuk bermain gadget, ketika sang orang tua sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. 65 persen orang tua melakukan hal serupa untuk menenangkan sang anak saat sedang berada di tempat umum. Menurut seorang profesor psikolog dari Temple University, AS, fenomena ini sungguh membahayakan. Sang ahli mengatakan bahwa anak-anak yang tidak bisa lepas dari perangkat digital ini akan terkena pengaruh negatif bagi perkembangan sosial mereka. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai dampak  kecanduan gadget pada tumbuh kembang anak.

  1. Jadwal dan Kualitas Tidur Terganggu

Gadget pribadi milik anak dan berada di kamar anak yang dapat diakses kapan saja, dapat memberikan pengaruh negatif terhadap waktu istirahatnya. Misalnya, mereka dapat kapan saja melihat-lihat media sosial, bermain game, chatting berjam-jam, dan tidak jarang hal ini membuat mereka menjadi tidur lebih larut. Menurut para ahli, sebaiknya orang tua tidak menempatkan smartphone, tablet, TV, dan komputer di kamar tidur anak. Pasalnya, menyalakan gagdet, terlebih memainkan ponsel menjelang waktu tidur pun bisa menurunkan kualitas tidur. Hal ini juga tentu sedikit banyak akan memengaruhi waktu belajar sang anak, sehingga akan berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

  1. Memengaruhi Mental Anak

Menurut para ahli, bermain video game secara berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi pada anak. Ada anak yang terbiasa mencari pelarian dengan bermain game ketika mereka punya masalah. Hal ini tanpa disadari akan menimbulkan ketergantungan dan menyebabkan mereka semakin terisolasi dari kehidupan sosial. Alhasil, mereka akan rentan terhadap depresi ketika “dipaksa” untuk berhadapan dengan dunia nyata.

Selain itu, anak-anak yang sudah kecanduan dengan gadget kerap memprioritaskan bermain gadget dibandingkan dengan belajar. Maka orang tua disarankan untuk selalu mengawasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka. Seperti membatasi durasi penggunaan selama dua jam sehari untuk anak-anak, atau maksimal tiga jam bagi mereka yang menginjak usia remaja.

Memang bukan rahasia lagi bahwa sekarang banyak sekali orangtua yang memberikan anaknya berbagai macam gadget untuk keperluan sehari-hari. Namun apakah para orang tua tahu bagaimana kehidupan anak-anak dari bos-bos perusahaan gadget raksasa seperti Microsoft dan Apple? Ironinya, Bill Gates dan mendiang Steve Jobs justru menjauhkan anak-anaknya mereka dari perangkat tersebut. Bill Gates, bos besar Microsoft, tidak mengizinkan anak-anaknya memiliki ponsel sendiri sebelum mereka berumur 14 tahun. Setelah anaknya memiliki ponsel sendiri, Gates tetap mengatur penggunaannya dengan ketat. Ini karena Bill Gates tidak mau kehidupan anak-anaknya terganggu oleh kehadiran berbagai macam gawai canggih. Steve Jobs sendiri tak membolehkan anak-anaknya menggunakan tablet dan melarang anak-anaknya membawa gadget ke meja makan saat santap malam bersama keluarga.

Alternatif lain yang lebih baik untuk menenangkan anak adalah dengan mulai membiasakan mereka dekat dengan buku-buku sejak mereka masih kecil. Membacakan cerita buku pada anak nyatanya lebih baik bagi tumbuh kembang anak daripada menggunakan gadget tanpa tahu batas waktu.

Comments

comments

By | 2018-12-30T14:27:43+00:00 September 28th, 2018|Keluarga Sehat|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online