Gangguan Kesehatan di Bulan Puasa

Dehidrasi merupakan salah satu gangguan yang sering terjadi ketika berpuasa. Untuk itu Anda dianjurkan untuk minum cukup air putih saat sahur dan setelah berbuka agar terhindar dari dehidrasi.

Puasa di Ramadhan tahun ini tinggal beberapa hari lagi. Dibutuhkan fisik yang prima agar dapat menjalani ibadah dengan baik. Namun, perubahan pola makan selama berpuasa tentu sedikit banyak akan memengaruhi kondisi tubuh. Oleh karenanya, agar tiadk jatuh sakit dan dapat beribadah dengan lancar, gangguan kesehatan yang kerap dialami saat puasa ini patut diwaspadai. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Dehidrasi

Ketika berpuasa tubuh seringkali kekurangan cairan. Hal ini dapat berisiko menyebabkan dehidrasi. Jika kebutuhan air tidak mencukupi, sistem kerja organ dapat terganggu dan meningkatkan risiko penyakit. Salah satu tanda tubuh kekurangan air dapat dilihat dari bibir pecah-pecah, kulit kering, serta urine yang berwarna dan berbau. Anda dianjurkan untuk minum cukup air putih saat sahur dan setelah berbuka agar terhindar dari dehidrasi selama bulan puasa.

  1. Asam Lambung

Gangguan asam lambung ataupun maag merupakan penyakit yang kerap muncul saat Ramadhan. Asam lambung dapat meningkat ketika perut berada dalam keadaan kosong. Oleh karena itu, agar maag tidak menyerang, sebaiknya jangan melewatkan waktu sahur. Hindari juga makanan dan minuman yang dapat meningkatkan asam lambung seperti kopi, soda, dan gorengan saat perut masih dalam keadaan kosong.

  1. Kelelahan

Ketika puasa, tubuh akan bangun lebih cepat pada dini hari untuk sahur dan tidur larut malam usai salat tarawih. Pola tidur yang berubah dan cenderung lebih sedikit sedangkan aktivitas tetap sama seperti biasanya membuat tubuh rawan kelelahan. Kelelahan dapat membuat kantuk dan konsentrasi berkurang. Saat tubuh kelelahan, maka tubuh akan lebih rawan terserang berbagai penyakit. Yang paling umum adalah masuk angin dan sakit kepala. Untuk mengurangi risiko kelelahan ini, ada baiknya mengonsumsi asupan vitamin dari sayuran dan buah-buahan atau menambah suplemen vitamin.

  1.  Sembelit

Sembelit atau sulit buang air besar juga sering jadi masalah saat bulan Puasa. Pola makan yang tak teratur serta kurangnya asupan cairan jadi salah satu pemicu munculnya masalah ini. Agar sembelit tidak menyerang saat puasa, konsumsilah makanan yang mengandung serat tinggi dan cairan diperlukan tubuh. Serat bisa didapat dari sayuran hijau dan buah-buahan. Tambahan yogurt juga baik dikonsumsi saat berbuka puasa.

Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Selama Puasa

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama puasa antara lain adalah buah. Mengonsumsi buah kurma dan buah lainnya saat berbuka adalah hal yang sangat dianjurkan. Makan setelah berbuka pun harus seimbang. Selain buah dan sayur, Anda perlu mengonsumsi ikan, daging, susu dan produk olahannya, serta sedikit makanan mengandung lemak dan gula. Hindari makanan yang terlalu manis untuk menghindari lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Dan yang paling penting adalah memperbanyak asupan air putih untuk mengembalikan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi.

Comments

comments

By | 2018-12-30T15:04:35+00:00 May 15th, 2018|Fakta Kesehatan, Makanan Sehat, Tips Sehat|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online