Kenali Gejala Alergi Ini Sebelum Terlambat

orang menggaruk akibat gejala alergi

Gejala alergi yang paling umum adalah munculnya ruam dan gatal-gatal

Pada tanggal 11 oktober 2011, seorang wanita muda ditemukan tewas setelah berciuman dengan teman prianya, setelah diteliti penyebab kematian wanita muda tersebut adalah karena ia mengidap alergi terhadap kacang dan berciuman setelah teman prianya menyantap roti isi selai kacang. Wanita tersebut mengalami kesulitan bernafas setelah berciuman yang membuatnya kehilangan nyawa. Ini adalah salah satu gejala alergi dalam tahapan membahayakan nyawa. 

Kasus-kasus seperti ini sepertinya sudah tidak asing lagi di sekitar kita, namun satu hal yang harus kita ketahui bahwa reaksi alergi seperti ini tidak dapat dianggap sepele, salah-salah dapat membahayakan nyawa. Banyak orang mengira bahwa reaksi alergi cenderung ringan, tidak berbahaya dan dapat hilang dengan cepat. Namun kenyataannya, alergi atau hipersensitifitas tidak dapat dianggap remeh begitu saja. Alergi atau bahasa ilmiahnya hipersensitifitas adalah sebuah reaksi berlebihan yang tidak diinginkan karena terlalu sensitifnya sistem imun di tubuh sehingga timbul reaksi yang cenderung merusak tubuh bahkan dapat berakibat fatal.

Hipersensitifitas dapat terbagi menjadi empat jenis berdasarkan dari waktunya;

  1. Hipersensitifitas tingkat I adalah satu keadaan dimana reaksi dari alergi berlangsung dengan segera, salah satu tanda-tandanya adalah ruam dan gatal-gatal pada kulit, rhinitis. Selain itu, gejala alergi juga terjadi pada saluran pernafasan dengan membuat hidung tersumbat, berair dan gatal, asma yang menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan mengakibatkan sesak pada dada dan kesulitan bernafas. Gejala alergi berikutnya adalah syok atau anafilaksis merupakan reaksi alergi yang berdampak pada seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
  2. Hipersensitifitas tipe II, disebut juga reaksi hipersensitifitas citotoksik. Dalam hipersensitifitas tahap ini sel tubuh yang normal dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Contohnya adalah penolakan transplantasi organ.
  3. Hipersensitifitas tipe III, pada tipe ini antibodi dan antigen bergabung menjadi kombinasi yang beredar dalam darah yang disebut dengan kompleks imun. Kompleks imun ini dapat memicu respon inflamasi dan dapat terdeposit pada pembuluh darah berbagai organ.
  4. Hipersensitifitas tipe IV, adalah reaksi hipersensitifitas yang tertunda karena reaksinya cenderung lebih terlambat dari tipe-tipe lainnya. Contoh dari hipersensitifitas tipe ini adalah alergi obat-obatan.

Bagaimana bisa menyadari kalau kamu mengalami gejala alergi? Tak perlu bingung, waspada dan segera lakukan tes darah berupa Tes Pemeriksaan Alergi setelah kamu melihat tanda-tanda seperti dibawah ini setelah kamu bersentuhan dengan benda penyebab alergen atau mengkonsumsi makanan yang berpotensi menjadi alergen:

  1. Gatal, mata berair dan bersin
  2. Ruam
  3. Merasa lelah atau sakit
  4. Hives (gatal-gatal dengan bercak merah)
  5. Kram perut, muntah atau diare
  6. Pembengkakan lokal, kemerahan dan nyeri setelah digigit oleh serangga
  7. Gatal-gatal (di daerah terbuka) dan gatal-gatal diseluruh tubuh
  8. Mengi atau sesak nafas
  9. Kesemutan di tangan, bibir dan kulit kepala.

Semoga artikel ini membantu pembaca selalu waspada dan tidak menganggap remeh gejala-gejala alergi. Akan lebih baik kita mengetahui alergen apa yang berpotensi jauh lebih cepat untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan. Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. 

 

Comments

comments

By | 2017-06-06T02:58:45+00:00 September 6th, 2016|Gejala Penyakit|1 Comment

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online

One Comment

  1. regina 19/04/2017 at 12:59 pm - Reply

    haha ribet ya kalau udah alergi…

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.