Mengenal Penyebab Kanker Paru Selain Rokok

Meski perokok aktif memang berisiko besar terkena kanker paru, nyatanya kebiasaan merokok bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru.

Rokok seringkali disalahkan atas timbulnya penyakit kanker paru. Namun, baru-baru ini ada kasus berbeda yang dialami oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, yang pada pertengahan Januari lalu divonis mengidap kanker paru stadium 4B.  Sutopo yang mengaku tidak merokok dan menjalani pola hidup sehat sempat shock dengan vonis ini.

Berkaca dari kasus tersebut, masyarakat perlu menyadari bahwa kebiasaan merokok bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya kanker paru. Mengutip berbagai sumber, berikut ini beberapa penyebab kanker paru selain kebiasaan merokok.

  1. Paparan Benzopyrene

Meski terdengar asing, benzopyrene nyatanya bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Benzopyrene ini merupakan sisa hasil pembakaran dan termasuk ke dalam polutan zat berbahaya. Benzopyrene bersifat karsinogenik dan salah satu media yang dapat menghantar zat ini ialah udara. Benzopyrene ini dapat ditemukan pada asap rokok, asap kendaraan, atau asap dari pembakaran hutan. Menurut data WHO, Asia Tenggara menempati urutan kedua sebagai wilayah penyumbang polusi udara terbesar di dunia. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi.

Mereka yang terpapar asap rokok berisiko 20 persen lebih besar untuk terkena kanker paru daripada mereka yang tidak. Meski perokok memiliki risiko lebih besar terhadap kanker paru, para perokok pasif sama berisikonya dengan mereka yang menghirup udara berpolutan.

  1. Paparan Zat Kimia

Ada beberapa jenis pekerjaan yang berkaitan dengan risiko kanker, salah satunya zat kimia yang memiliki risiko terkena kanker paru. Terdapat beberapa jenis zat kimia yang bersifat karsinogenik antara lain asbes, nikel, radon, arsenik, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl. Zat-zat kimia tersebut bisa tercampur dengan udara yang dihirup. Zat-zat ini sulit dideteksi karena tidak miliki bau dan rasa. Selain di tempat kerja, zat-zat kimia ini bisa saja ditemukan di rumah, misalnya pada perabot rumah tangga.

  1. Faktor Keluarga

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru, maka ada kemungkinan besar anggota keluarga lain akan terkena penyakit serupa. Namun, hal ini nyatanya dapat diimbangi dengan menghindari faktor risiko lain sehingga memperkecil kemungkinan terkena kanker paru.

  1. Riwayat Penyakit Paru

Seseorang yang pernah mengidap penyakit paru kronis brisiko lebih besar akan terkena kanker paru. Beberapa penyakit paru kronis yang dimaksud antara lain TBC, bronkitis kronis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penyakit paru ini mampu menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru sehingga memicu kanker. Selain itu, mereka yang pernah menjalani pengobatan radiasi di bagian dada juga berisiko terkena kanker paru. Risiko ini akan semakin besar apabila penderita juga merupakan perokok aktif.

  1. Pola Makan

Tubuh memiliki mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, tubuh tidak akan mampu terus-terusan memperbaiki diri dengan optimal apabila paparan terhadap paru terus terjadi apalagi tidak diimbangi dengan asupan gizi seimbang. Oleh karenanya, diperlukan pola makan sehat dan tepat agar asupan gizi bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

 

Comments

comments

By | 2018-12-30T15:46:00+00:00 February 17th, 2018|Fakta Kesehatan, Gejala Penyakit|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online