Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh

Meski selama berpuasa tubuh tidak mendapat pasokan makanan dan minuman dalam waktu-waktu tertentu, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Secara harafiah, puasa berarti menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja. Kegiatan ini umumnya erat berkaitan dengan keagamaan atau demi alasan kesehatan. Meski selama berpuasa tubuh tidak mendapat pasokan makanan dan minuman dalam waktu-waktu tertentu, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat berpuasa bagi kesehatan fisik dan mental. Simak penjelasan lebih lanjut manfaat berpuasa di PesanLab.

  1. Memperbaiki Fungsi Otak

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa berpuasa dapat memicu pertumbuhan sel saraf baru di otak. Itu lah mengapa puasa disebut dapat membantu memperbaiki fungsi otak, termasuk melindungi otak dari risiko penyakit alzheimer dan parkinson. Puasa juga bisa membentuk rute jaringan baru di otak sehingga membantu terbentuknya pribadi manusia secara biologis, psikologis, dan fungsional.

  1. Menyehatkan Jantung

Pada tahun 2008 di Utah, Amerika Serikat, ada penelitian yang dilakukan dan menunjukkan bahwa orang yang berpuasa secara teratur memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalankan puasa. Berpuasa secara teratur mendorong tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Dampaknya, kolesterol di dalam tubuh akan berkurang, sehingga mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

  1. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Manusia

Puasa dipercaya dapat merangsang peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH). HGH ini sendiri sangat berpengaruh untuk mengatur metabolisme, membakar lemak, membangun dan meningkatkan kekuatan otot, serta menurunkan berat badan tanpa kehilangan otot.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebuah studi menyebutkan, berpuasa selama tiga hari atau lebih dapat memicu proses regenerasi sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh pada orang di segala usia. Berpuasa dapat memicu sel-sel induk untuk memproduksi sel-sel darah putih baru, sehingga berdampak pada meningkatnya daya tahan tubuh untuk melawan infeksi penyakit.

  1. Mengatasi Resistensi Insulin

Sehari-hari ketika tidak sedang berpuasa, tanpa sadar Anda akan mendapat asupan gula dari banyak makanan dan minuman yang dikonsumsi. Terlalu banyak konsumsi karbohidrat dan gula bisa membuat tubuh resisten terhadap insulin. Akibatnya, Anda akan lebih berisiko terkena penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe-2. Puasa merupakan salah satu cara efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi resistensi insulin. Dibuktikan oleh studi yang dipublikasikan dalam World Journal of Diabetes, bahwa berpuasa efektif dalam menjaga kadar gula darah (glukosa) dan berat badan pada orang yang mengidap diabetes tipe-2.

Untuk menghindari risiko diabetes, Anda juga perlu rutin mengetahui kadar gula darah agar Anda bisa tetap mengontrol gaya hidup dan pola makanan. Sekarang Anda bisa memeriksakan kadar gula darah melalui pesanlab.com, dan dapatkan pula promonya. Jangan tunggu lagi, lebih hemat dan mudah dengan PesanLab!

Comments

comments

By | 2018-12-30T15:02:03+00:00 June 7th, 2018|Fakta Kesehatan, Tips Sehat|0 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online