Pemeriksaan Lab Untuk Deteksi Dini Diabetes

sugar-1068288_1280

Apa saja sih gejala dan juga tipe dari diabetes ? Dan pemeriksaan laboratorium apa saja yang perlu kita lakukan untuk mendeteksinya? 


Diabetes merupakan salah satu  penyebab kematian tertinggi di dunia, bahkan di Indonesia. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, hal tersebut disebabkan oleh adanya gangguan pada ekresi insulin atau gangguan kerja insulin maupun keduanya. Tubuh pasien yang menderita diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut. Oleh karena, penting bagi itu untuk dapat mendeteksi secara dini penyakit Diabetes mellitus atau biasa dikenal juga dengan nama kencing manis. Perlu kita ketahui, penyakit ini mempunyai berbagai gejala yang dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :

I. Gejala diabetes klasik ( Gejala yang khas )

  1. Sering buang air kecil dan jumlah yang banyak ( Poliuria ):
    Meningkatnya frekuensi kencing ini disebabkan oleh kadar gula dalam darah yang berlebihan, sehingga merangsang tubuh untuk mengeluarkannya melalui ginjal bersama air dan kencing. Gejala banyak kecing ini seringkali pada waktu malam hari, yaitu saat kadar gula dalam darah relatif tinggi.
  2. Adanya perasaan haus yang terus menerus ( Polidipsi ):
    Hal ini merupakan reaksi tubuh akibat dari meningkatnya frekuensi buang air. Untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi), maka secara otomatis akan timbul rasa haus atau kering yang menyebabkan meningkatkan keinginan untuk terus minum selama kadar gula dalam darah belum terkontrol baik.
  3. Banyak makan (Polipagia):
    Merupakan gejala klasik diabetes yang tidak begitu menonjol. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya cadangan gula dalam tubuh yang dikarenakan tubuh tidak dapat mengolah gula, meskipun kadar gula dalam darah tinggi. Sehingga demikian, tubuh berusaha untuk memperoleh tambahan cadangan gula dari makanan yang diterima.

Selain ketiga gejala diatas, terdapat gejala lain yang juga dapat disebabkan oleh diabetes, yaitu antara lain terjadinya penurunan berat badan tanpa di ketahui penyebabnya dan timbulnya rasa letih yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

II. Gejala diabetes non klasik ( Gejala yang tidak khas )

  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Mudah terinfeksi
  • Disfungsi ereksi

 


 

Diabetes dibagi menjadi 2 tipe, dimana 90% penderita diabetes termasuk dalam tipe 2.

Tipe diabetes

Berdasarkan artikel dari WHO, terdapat dua tipe diabetes dimana 90% dari penderita diabetes merupakan penderita diabetes Tipe II. Berikut ini perbedaannya:

1. DM tipe I insulin dependent diabetes:

Tipe I atau diabetes yang bergantung pada insulin. Tubuh mereka tidak memproduksi insulin dan karenanya suntikan insulin secara teratur dibutuhkan untuk memelihara gula darah yang normal. Timbul pada usia anak – anak dan remaja dan harus terapi menggunakan suntik insulin.

2. DM tipe II non-insulin dependent diabetes

Tipe II atau diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Tubuh penderita diabetes tipe II dapat memproduksi sejumlah insulin, tetapi itu jumlahnya tidak mencukupi atau cacat. banyak menyerang pada usia produktif di akibatkan oleh gaya hidup. Yang terpenting adalah kita harus mengenal secara dini gejala dari diabetes mellitus secara dini dan jangan lupa chek kadar gula darah anda sekarang juga. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Pemeriksaan laboratorium untuk Diabetes Mellitus :

1. Kadar glukosa darah atau plasma (puasa atau setelah makan)

Bila normal (euglikemia), bila tinggi (hiperglikemia) dan rendah (hipoglikemia). Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan ( GDP/ gula darah puasa/nuchter) dan 2 jam setelah makan ( post prandial).

Nilai normal:

Dewasa          : 70-110 mg/dl

Wholeblood   : 60-100 mg/dl

Bayi baru lahir : 30-80 mg/dl

Anak               : 60-100 mg/dl

Nilai normal kadar gula darah 2 jam setelah makan :

Dewasa           : < 140 mg/dl/2 jam

Wholeblood    : < 120 mg/dl/2 jam

Hasil pemeriksaan berulang di atas nilai normal kemungkinan menderita Diabetes Melitus . Pemeriksaan glukosa darah toleransi adalah pemeriksaan kadar gula dalam darah puasa ( sebelum diberi glukosa 75 gram oral) , 1 jam setelah diberi glukosa dan 2 jam setelah diberi glukosa . Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat toleransi tubuh terutama insulin terhadap pemberian glukosa dari waktu ke waktu.

2. Hemoglobin Glikosilat ( HbA1C)

Bisa normal atau tinggi.

Pemeriksaan dengan menggunakan bahan darah , untuk memperoleh informasi kadar gula darah yang sesungguhnya, karena pasien tidak dapat mengontrol hasil tes, dalam kurun waktu 2-3 bulan. Tes ini berguna untuk mengukur tingkat ikatan gula pada hemoglobin A(A1C) sepanjang umur sel darah merah (120 hari).

Semakin tinggi nilai A1C pada penderita DM semakin potensial beresiko terkena komplikasi. Pada penderita DM tipe II akan menunjukkan resiko komplikasi apabila A1C dapat dipertahankan di bawah 8% (hasil studi United Kingdom prospektif diabetes ). Setiap penurunan 1% saja akan menurunkan resiko gangguan pembuluh darah (mikrovaskuler) sebanyak 35%, kompikasi DM lain 21% dan menurunnya resiko kematian 21%. Kenormalan A1C dapat diupayakan dengan mempertahankan kadar gula darah tetap normal sepanjang waktu, tidak hanya pada saat diperiksa kadar gulanya saja yang sudah dipersiapkan sebelumnya ( kadar gula rekayasa penderita ). Olahraga teratur ,diet, dan taat obat adalah kuncinya.

3. Lipid serum

Bisa normal atau abnormal

4. Keton urine

Bisa negatif atau positif.

5. Glukosa sewaktu

Pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan persetujuan untuk melihat kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan . Dilakukan untuk penjajagan awal pada penderita yang diduga DM sebelum dilakukan pemeriksaan yang sungguh-sungguh dipersiapkan misalnya nucther, setelah makan dan toleransi.

6. Fruktosamin

Merupakan gula jenis lain yaitu fruktosa selain galaktosa , sakarosa, dan lain-lain.Fruktosa ( peningkatan kadar fruktosa dalam darah ) menggambarkan adanya defisiensi enzim yang juga berpengaruh pada berkurangnya kemampuan tubuh mensintesis glukosa dari gula jenis lain sehingga terjadi hipoglikemia .Pemeriksaan fruktosamin menggunakan metode enzymatic seperti pada pemeriksaan Glukosa.

300x250_periksa-gula-darah_

Jenis Pemeriksaan Diabetes Mellitus :

Untuk melakukan deteksi dini diabetes, terdapat pemeriksaan laboratorium yang pada umumnya dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Glukosa Puasa
  • HbA1c (A1c)
  • Urine Lengkap / Rutin

Sedangkan untuk mengetahui biaya pemeriksaan masing-masing, Anda dapat langsung mengetahuinya dengan menggunakan layanan dari Pesanlab. Anda tinggal memilih jenis pemeriksaan yang anda inginkan, lalu pilih dan bandingkan harga pemeriksaan tersebut di banyak laboratorium terpercaya seperti Prodia, Kimia Farma, Gunung Sahari, Biotest, Pathlab, Parahita, Liderlab, CAYA dan Primadia. Apabila Anda tidak ingin pergi ke lab, ada dapat menggunakan layanan pengambilan sampel pemeriksaan (home service) di Rumah, Kantor atau dimanapun Anda berada. Selain itu hasil lab akan dikirimkan secara online melalui via e-mail. Masih bingung juga ? Hubungi layanan chat kami atau telp CS di 021 – 22958527.

Klik Disini untuk info Paket Pemeriksaan Diabetes

Comments

comments

By | 2017-06-12T22:02:02+00:00 June 16th, 2015|Gejala Penyakit|4 Comments

About the Author:

PesanLab adalah platform online untuk tes darah dan medical checkup. Harga Hemat, Bisa Home Service Dan Hasil Lab Online

4 Comments

  1. […] gula di dalam darah jadi meningkat dan juga menyebabkan diabetes. Perlu bagi anda untuk selalu mendeteksi diabetes sejak dini agar terhindar dari efek buruk yang […]

  2. […] yang menjadi penyebab konstipasi lainnya adalah karena adanya penyakit lain. Misalnya penyakit diabetes, penyakit hypertiroidisme dan konstraksi usus juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami […]

  3. […] calon bayi terhindar dari penyakit seperti diabetes melitus, thalassemia, dan penyakit turunan […]

  4. […] Apabila sahabat PesanLab ingin mengetahui secara detail, maka tidak ada salahnya melakukan Pengecekan Dini Diabetes. […]

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.